Selasa, 31 Maret 2009

perjalanan sang matahari

PERJALANAN SANG MATAHARI
Pagi ini kusambut kembali matahari mimpi ku. Yah.. mungkin benar pikiranku , hidup adalah perjalanan yang panjang dalam menempuh sang waktu untuk mencapai masa depan , masa depan ku bersama lelaki yang ku puja, ku cinta, wajar kan bila memiliki keluarga adalah impian setiap wanita dewasa seperti ku, aku bukanlah wanita manja, aku adalah adalah wanita yang begitu mandiri dengan segala kekuatan , usaha dan tekatku, seperti matahari yang bersinar dengan sinarnya sendiri . Aku adalah sang Matahari.
Ku lirik jam di tangan kiri ku, Pagi ini seperti pagi - pagi yang lain waktu ku untuk meninggalkan rumah, sebelumnya ku bawa wajah ku menghadap cermin besar di dekat pintu sebelum kaki jenjang ku melangkah memasuki mobil sedan hitam yang telah lama menjadi milikku. . Rumah , mobil dan yang lain yang telah menjadi milikku ini hanyalah bukti yang ku persembahkan untuk emak dan bapak, aku dapat merasakan bangganya emak dan bapak padaku. Sungguh mungkin aku pantas untuk angkuh terhadap kedua kakak ku.

’’ perfect ’’gumamku memuji diri. Kurapikan rambut hitam lurus ku, ku poles tipis lipstik di bibir kecil ku, dan kurapikan baju yang terpasang di tubuh ramping ku dan kaca mata hitam selalu melekat di wajah ku. Karena aku benci media.
Sepanjang perjalanan menuju kantor, senyum tipis selalu terukir di wajah putih ku, sungguh sebuah senyum kesombongan , keberhasilan atas segala kerja keras , peluh keringat yang ku jalani dari hari ke hari dalam hidup ku, namun sesunguhnya senyum ini hanyalah senyum untuk menutup luka ku.

*** *** *** *** *** ***






“pagi honey, you always kill me every time “ . Lelaki tampan itu selalu masuk keruangan ku tanpa permisi, dan kata- kata maut nan indah yang membuat setiap wanita menjadi gila selalu tumpah dari bibir pink nya untuk ku. Aku hapal betul dialah yang selalu menyambut pagi ku. tapi entah mengapa dewi amor tak kunjung jua menusukkan panah cintahnya di hatiku. Ku balas salam paginya dengan senyum.

“ I need your morning kiss, it’s power in my blood honey… “ .kembali ia mendekatkan wajah tampan tanpa kumis itu ke pipiku.
“ Muach “. Ciuman singkat dari ku mendarat di pipi putihnya.
“ Saya tunggu kamu di mobil siang ini, need you honey… “ . lelaki bertutubuh atletis itu keluar dari ruangan ku.
Selalu sama hari – hari yang ku lalui. Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at. Pagi, siang, malam lelaki itu yang selalu menemani ku, memberi cerita, semangat dalam hari ketika jenuh datang dalam waktu ku. Entah berapa kali absenan cinta , sayang , kagum, di tujukan lelaki itu padaku . Lelaki dengan nama lengkap Prayoga Hatomo itu seolah ingin menjadi superman dalam hari ku. Teman ku bilang aku bodoh, banyak lelaki mapan dan tampan menawarkan cinta padaku, namun… aku tak pernah bisa mencintai mereka.. cintaku hanya untuk dia…

*** *** *** *** *** ***

Kubuka lembran demi lembaran ketika aku masih menjadi matahari pagi… Indah… aku matahari, dalam lindungan emak dan bapak, kota kecil ini yang membesarkanku dengan limpahan alam dan materi, bersama kedua kakak ku yang selalu menjagaku…Aku tidak mengenal dan tidak ingin dikenal dengan kesusahan . Aku menyayangi Bapak walau temperamental nya menjadikanku kuat, Kak melody dengan indahnya menjadikanku wanita yang anggun, kak Guruh dengan kilatnya menghalau guruh guruh jahat untuk menyentuh ku. Dulu aku menyayangi kak guruh, lampau sebelum wanita Mawar itu menancapkan duri – duri cintanya tepat di kilatan hati kak guruh. Aku benci bunga, terutama mawar, dia merebut kak guruh dari ku, merebut emak bapak.. tapi aku masih punya kak melody.. melody nya yang indah tempatku menumpah asa… aku tetap matahari yang hangat.. tak pernah jahat dan aku buktikan pada emak bapak bahwa aku bisa bersinar sendiri tanpa bantuan apapun.. perjalanan ku sebagai mataharipun ku mulai.. aku matahari belia, aku masih lemah, tapi.. dia lah lelaki penolong yang mengajarku untuk kuat, untuk bisa bersinar terang, menemaniku, mengajarku, siang malam dengan tulus cintanya.. hingga aku mampu menaklukkan dunia. Perlahan tapi pasti ku taklukkan sebuah ibu kota dari suatu Negara yang selalu berkembang, entah sampai kapan.. negara dengan politik yang egois, politik yang tidak berpihak pada rakyat, politik yang hanya ingin kaya sendiri, tapi politiklah yang membawaku mengenalnya, karena dia berbeda. Aku tau dia merakyat, karena mudanya dia susah, aku tahu ia pintar, karena buktinya untuk membangun Negara, aku tau dia pecinta, karena kagumku padanya dibalas cinta, aku jatuh cinta padanya… Lelaki penolong sadar bahwa aka tak pernah bisa membalas cintanya… lelaki penolong mundur perlahan dari hidupku karena dia tau aku telah mampu bersinar tanpa bantuannnya.

*** *** *** *** *** ***

“ honey… I want you be my wife… “ . Yoga kembali mengajak kencan romantis bersamaku, di pasangnya cincin mewah itu pada jari manisku, Jemari ku makin lentik pesona.
“ Maaf.. Kembalilah pada wanitamu, dia selalu ada untukmu, bukan aku. “ .Jawabku lembut. Aku tau Yoga begitu terkejut dengan jawabanku.
“ Aku mencintaimu, kamu yang selalu ku cari. “ Yoga masih menggenggam jemari ku.
Aku menggeleng, karena aku tau ada wanita lain yang dengan kasih selalu memaafkan seratus kesalahn Yoga, dengan sabar menunggu Yoga kembali pada peluknya, seperti sebelum Yoga mengenalku.

Malam ini aku begitu menginkan lelaki ku, lelaki yang jauh 30 tahun diatas usiaku. Sinarku buta untuk mencari lelaki muda lain. Karena aku menemukan, sahabat, kekasih, kakak, ayah dari nya. Aku bercinta dengannya, dengan tatapan senyum rembulan karena aku merasa hangat dalam dekapnya, Dengan cahaya bintang yang mengerti aku menginkannya.
“ Kapan aku menjadi halal bagimu… “ tanyaku dalam tidur malam ku dengannya.
“ Aku gak tau, aku ingin, tapi wanita itu tidak merelakan ku berbagi kasih. “ . Jawabnya sembari mendekap tubuh ku.
Aku Matahari, namun aku wanita , aku tau betapa berat untuk berbagi lelaki . Tapi aku telah berhsil mencuri nya, aku gak mau melepasnya. Aku gak mau hanya Sabtu dan Minggu bersamnya, Aku mau dialah frame dalam hidupku.

*** *** *** *** *** ***

Ku tumpah asa ku pada kak melody, dia mengerti, karena dia tau satu dari citaku ketika kecil hanya ingin menikah dengan duda mapan dan tampan , tapi dia bukan duda. Seandainya aku mampu membunuh, aku ingin membunuh wanita itu, seandainya aku bisa memohon aku ingin lebih dulu bertemu dengannya, bukan wanita itu, Lelaki tua itu memberiku segala, Cinta dan harta, karena aku takut sendiri, aku takut miskin. Karena lelaki ini adalah lelaki yang kekayaannya tidak habis sampai datang masa…dan dia bukanlah lelaki penggoda. Semakin aku jatuh cinta padanya.

*** *** *** *** *** ***
“ Koran…. Koran… Koran…Koran… Seorang pejabat memiliki wanita idaman lain……. “ pedangang Koran kecil itu menawarkan korannya.
“ Korannya satu “ . Aku membeli sebuah Koran darinya.

Seorang pejabat memiliki wanita idaman lain, namun pejabat tersebut menolak dengan tegas tidak mengenal wanita yang terlihat bersamanya di hotel tersebut, .dapat di pastikan bila wanita yang disebut berinsial M tersebut terbukti adalah idaman pejabat tersebut maka sang pejabat terancam di pecat dari anggota dewan… dan kekayaannya akan diperiksa oleh kpk……………………………………



Ponselku berbunyi… Kubaca sms yng masuk…

Maafkan aku, aku mencintai istriku lebih dari pada kamu, lupakan cinta terlarang ini, jagan komentar apapun pada media, atau harta hilang selama…

Cintaku hilang, Sinarku lemah aku butuh lelaki Penolong…..

Tiiiiiiiiiinnnnnn…tttiiiiiiiiinnnnnnnnn, klakson mobil dibelakanngu marah, namun aku hanya diam menunggu sinarku hilang…









June 2009

4 komentar:

  1. weewwww...

    bagussss tuh cerpen nyaaa..

    awal yang baik koq.. hehehe.. ^^

    BalasHapus
  2. sorry ya gw blom sempet baca semua tapi sekilas kayaknya bagus.Coba kirim ke majalah apa gitu,sapa tau dimuat.
    Ampun deh,dasar tukang tidur!

    BalasHapus